Dua Sisi dari Perluasan Pabrik Daihatsu

•Januari 6, 2008 • Tinggalkan sebuah Komentar

Sulit dibayangkan bagaimana kondisi lalulintas di Jakarta pada masa mendatang akibat pertumbuhan penjualan mobil baru yang relatif beranjak naik. Baru-baru ini saja (6/11) presiden SBY meresmikan perluasan pabrik Astra Daihatsu Motor (ADM) yang terletak di Sunter, Jakarta Utara.

ADM diberitakan telah menanamkan investasi sebesar Rp. 1,2 trilyun untuk perluasan pabriknya tersebut. Kini luas pabrik ADM membengkak menjadi 7,2 ha dengan kapasitas produksi yang turut meningkat dari 97.000 menjadi 211.000 unit kendaraan/tahun. Perluasa pabrik ini dibutuhkan karena ADM dipercaya oleh Daihatsu Motor Co., Ltd Jepang sebagai basis produksi kendaraan Daihatsu diluar Jepang. Karenanya selain untuk memenuhi permintaan pasar lokal, ADM juga harus memenuhi permintaan ekspor.

Seperti yang dilaporkan kantor Antara News bahwa presiden SBY juga meminta ADM untuk meningkatkan kandungan lokalnya dari 75% menjadi 85%, agar mampu menyerap tenaga kerja lebih banyak lagi sekaligus, mendorong pertumbuhan industri perakitan di tanah air.

Disisi lain, perluasan pabrik ADM ini juga memiliki dampak positif. Karena dengan peningkatan kapasitas produksi tersebut, produsen yang menghasilkan Xenia-Avanza dan Terios-Rush bersama Toyota ini juga mampu menyerap tenaga kerja sebanyak 2.250. Sehingga total karyawan ADM mencapai 8.250 orang.

So .. tergantung bagaimana kita melihatnya. Hidup selalu punya dua sisi

http://autoproject.wordpress.com/2007/11/10/dua-sisi-dari-perluasan-pabrik-daihatsu/

Bisnis Otomotif Makin Menggeliat

•Januari 6, 2008 • Tinggalkan sebuah Komentar

JAKARTA – Saat ini banyak bank yang sedang melakukan promosi dengan memberikan kredit pemilikan mobil (KPM) dengan bunga yang sangat ringan. Mengambil KPM dari bank memiliki kelebihan, salah satunya bunga yang lebih ringan. Kekurangannya, syarat yang dibutuhkan berderet sebab bank merupakan badan yang tersistematis. Jadi proses pengajuan kreditnya relatif lebih lama. Selain itu bank enggan membiayai kredit untuk mobil bekas, karena risiko yang ditanggung lebih besar.
Tapi dengan semakin banyaknya kebutuhan untuk memiliki mobil, maka semakin menjamur pula perusahaan pembiayaan (leasing), dari yang berskala kecil hingga skala besar. Kelebihan dari mengambil kredit perusahaan leasing adalah prosesnya yang cepat dan persyaratan yang sederhana. Selain itu, perusahaan tersebut juga mau melayani pembelian mobil bekas.
Perkembangan bisnis pembiayaan mobil yang melaju di Tanah Air, menurut Wahjudi Budijono, Senior Asisten Manajer Marketing Department PT Dipo Star Finance, karena bisnis pembiayaan otomotif (auto finance) sangat menjanjikan. Indikasinya dalam dilihat dari peningkatan penjualan otomotif nasional dari tahun ke tahun. Pada tahun 2003, penjualan mobil sebanyak 354.000 unit, terjadi peningkatan penjualan sebesar 11 persen dari tahun 2002. Prediksi dari Gaikindo, kenaikan penjualan pada tahun ini kemungkinan menyamai kenaikan tahun lalu yakni mencapai angka 390.000 unit.
Jika jumlah tersebut tercapai sampai akhir 2004, berarti Indonesia sudah melampaui penjualan mobil pada masa sebelum krisis ekonomi tahun 1997 yang mencapai kisaran 370.000-an unit. Munculnya varian-varian mobil baru dengan harga terjangkau membuat agen tunggal prmegang merek (ATPM) membidik pasar ini sehingga membuat konsumen merasa terlayani. Selain itu, kecenderungan menurunnya suku bunga turut merangsang pasar.
Suku bunga yang ringan membuat konsumen merasa senang dan pada akhirnya mendongkrak penjualan mobil. “Boleh dikatakan terjadi sinergi. ATPM menyediakan varian beragam yang ditunjang pula oleh perusahaan pembiayaan yang memberikan suku bunga rendah,” kata Wahjudi kepada SH, minggu lalu.

Ancaman Bank
Gencarnya sektor perbankan menyalurkan kredit konsumsif dalam bentuk Kredit Pembiayaan Mobil (KPM) belakangan ini diakui Wahjudi merupakan ancaman bagi perusahaan pembiayaan. Untuk masalah ini ia tidak ingin mengomentari perusahaan lain. “Yang jelas Dipo Star merasa tersaingi,” katanya. Pertama, lanjut dia, perbankan bisa mendapat pendanaan murah yang berasal dari tabungan dan deposito nasabah. Sementara, perusahaan pembiayaan selama ini mendapatkan dana dari perbankan.
Namun demikian, Dipo Star, menurut Wahjudi, tidak bersaing secara langsung dengan perbankan yang hanya memberikan kredit yang sifatnya konsumtif, dalam hal ini jenis mobil penumpang (passanger car). Sementara Dipo Star sejak dulu lebih berkonsentrasi pada kendaraan komersil (commercial car) yang persentasenya bisa mencapai 85 persen.
Perusahaan pembiayaan yang kuat bisa dilihat dengan siapa perusahaan tersebut berafiliasi. Finance company yang akan tumbuh nantinya hanyalah yang berafiliasi dengan bank atau produsen mobil dan agen tunggal pemegang merek (ATPM).
Dengan afiliasi bank, dukungan dana menjadi kuat sehingga kapasitas nasabah bisa terus digenjot. Adapun afiliasi dengan ATPM, perusahaan pembiayaan akan mendapatkan prioritas pasar.
Sementara itu, menurut Darmawan Widjaya, CEO Astra Credit Company (ACC), untuk besaran bunga, perusahaan pembiayaan tak hanya bersaing dengan sesama, tetapi juga dengan perbankan, yang umumnya menawarkan bunga lebih rendah.
“Penetrasi bank dalam pembiayaan otomotif cukup mengganggu kinerja finance company. Sebab, bunga yang ditawarkan benar-benar rendah, hanya 7 sampai 8 persen. Padahal, sebenarnya total biaya yang harus dikeluarkan nasabah sama saja dengan perusahaan pembiayaan,” ujarnya usai acara peuncuran ACC Gold Card, Senin (31/5).
Menurutnya, apa yang dilakukan bank hanyalah trik mengingat bank menggunakan cara perhitungan yang berbeda. Jika bank berani memberi bunga sebesar 7 persen, itu sebenarnya 14 persen. Bank bisa terkesan lebih murah memberikan bunga sebab cara perhitungannya berbeda. Pertama, bank mengharuskan angsuran bulanan pertama langsung dibayar bersama uang muka. Ini akan membuat biaya menjadi lebih murah sehingga bunganya bisa diperkecil. Tapi biaya administrasi bank biasanya lebih tinggi dan bank akan mendapatkan keuntungan lagi dengan mengharuskan konsumen membuka tabungan.
Program bersifat umum yang sering dilakukan perusahaan pembiayaan dengan menawarkan suku bunga murah bahkan dengan DP (uang muka) 10 persen. Selain itu, ada pula program yang bersifat khusus seperti kerjasama eksklusif dengan ATPM tertentu. Dipo Star sendiri, menurut Wahyudi, tidak secara khusus membiayai kredit hanya pada satu merek tertentu. Meski demikian ada pula keunggulan di merek tertentu seperti Mitsubishi di jenis kendaraan komersial.

Persaingan Wajar
Wahjudi memandang persaingan yang terjadi di bisnis pembiayaan otomotif selama ini masih dalam batas kewajaran, sepanjang persaingan tersebut terbuka dan transparan. Perlakuan khusus (special treatment) yang diberikan perusahaan pembiayaan ke konsumen pun juga dilakukan pihaknya. Ia mengakui, demi mengejar target kuantitas, ada perusahaan pembiayaan yang kurang menjalankan prinsip kehati-hatian dalam memberikan fasilitas pembiayaan. Akibatnya, banyak kendaraan yang hanya satu-dua bulan berada di tangan konsumen karena kemudian ditarik kembali lantaran konsumen gagal melanjutkan pembayaran kredit.
Namun dia meyakinkan hal tersebut tidak akan ditemui di Dipo Star. Ia menjelaskan bahwa di perusahaannya di samping ada kebijakan yang bersifat kuantitas, juga kualitas. Barangkali memang ada perusahaan pembiayaan yang mengesampingkan aspek kualitas, sementara Dipo Star tetap berkomitmen pada kualitas. Konsumen yang masuk kategori layak diberikan kredit oleh Dipo Star, bila telah dinilai karakter, kapabilitas dan prospek usahanya.
Jika usahanya bagus namun karakternya jelek juga percuma. Melalui kunjungan dan wacancara langsung oleh staf pemasaran ke calon konsumen akan dicocokkan data dengan kondisi sebenarnya.
Di Dipo Star, kurang lebih 90 persen proposal kredit disetujui. Bagaimanapun juga kita sudah menerapkan kondisi standar. Misalnya dengan menetapkan uang muka dalam besaran tertentu. Bila konsumen sanggup menyediakan dana untuk membayar DP tersebut tetap dilakukan penyaringan. “Di sinilah analis kredit berperan menganalisis prospek usaha calon konsumen. Selama masih dalam kategori layak, akan kita berikan,” tandasnya.
Untuk tahun 2004 ini, dana yang tersalur untuk pembiayaan mobil, nilainya cukup “gila-gilaan.” Dari satu perusahaan saja, ACC misalnya, menurut Darmawan menargetkan bakal menembus angka Rp 9 triliun. Sebab sampai April 2004 saja sudah mencapai Rp 2,9 triliun. “Dengan pencapaian itu, mungkin pembiayaan sampai akhir tahun bisa mencapai Rp 9,5 triliun. Salah satu pemicunya adalah adanya mobil murah,” tuturnya.
Yang membuat bisnis ACC berkibar, menurut Darmawan, karena memiliki jaringan kuat di 27 provinsi dan bersinergi dengan 1.600 diler mobil. Pada tahun 2003, total pembiayaan ACC yang disalurkan mencapai Rp 6,44 triliun. Salah satu strategi yang dikembangkan untuk menarik nasabah, memasukkan premi untuk personal accident. “Jadi, jika nasabah meninggal dunia, pembayaran cicilan akan dilanjutkan oleh asuransi,” ucapnya.
Soal tingginya konsumsi masyarakat pada produk otomotif, diakuinya, membuat industri leasing berkibar. Itu bisa terjadi sebab 70 persen pembelian mobil dilakukan secara kredit. Para pelaku bisnis ini memprediksi potensi kredit otomotif tahun 2004 diperkirakan bakal mencapai sebesar Rp 103,5 triliun, yang berarti mencapai seperlima dari total kredit perbankan yang sekitar Rp 477 triliun.
Banyak faktor yang membuat industri tersebut booming. Faktor-faktornya adalah likuiditas perbankan yang berlebih, banyaknya finance company yang punya kapasitas besar, dan harga mobil yang semakin murah. “Apalagi prediksi penjualan mobil tahun 2004 akan menembus angka 390.000. Jika hal itu terjadi, maka untuk pertama kalinya, penjualan mobil bisa melebihi angka sebelum terjadinya krisis,” ujarnya.
(SH/danang joko/gatot irawan)

http://www.sinarharapan.co.id/ekonomi/promarketing/2004/0601/prom1.html

Dirjen Migas: Jangan khawatir harga minyak

•Januari 6, 2008 • Tinggalkan sebuah Komentar

oleh : Rudi Ariffianto

JAKARTA: Pemerintah akan lebih mengutamakan langkah penghematan atau efisiensi konsumsi bahan bakar minyak untuk menyikapi kecenderungan naiknya harga minyak mentah dunia.

Dirjen Migas ESDM Luluk Sumiarso mengatakan sekalipun sempat menyentuh US$100 per barel pada perdagangan Rabu, harga minyak itu tidak bertahan terlalu lama sehingga belum terlalu mengkhawatirkan.

Di sisi lain, harga minyak Indonesia yang menjadi acuan penetapan APBN dan kebijakan pemerintah masih berada di kisaran US$91,54 per barel pada Desember.

“Langkah-langkah utama untuk sementara ini lebih pada penghematan dan efisiensi penggunaan BBM dengan mengurangi penggunaan yang tidak perlu. Ini seharusnya dilakukan walaupun harga minyak tidak tinggi,” tuturnya hari ini.

Bahkan, tambahnya, bila harga ICP mencapai US$100 per barel pun, pemerintah belum akan melakukan langkah pengamanan APBN 2008 hingga diketahui seberapa lama harga itu bertahan.

Luluk mengakui dengan harga ICP US$100 per barel memang akan memberikan beban berat pada subsidi pemerintah. Wacana program pengalihan premium real octane number (RON) 88 ke RON 90, ungkapnya, didasari asumsi beban subsidi premium yang bisa mencapai sekitar Rp57 triliun.

“Maka dengan pengalihan dua juta kiloliter premium itu diharapkan bisa kurangi subsidi sekitar Rp5,7 triliun,” katanya.(ln)

http://web.bisnis.com/sektor-riil/tambang-energi/1id37736.html 

Kiat Sukses Oom Liem

•Januari 6, 2008 • Tinggalkan sebuah Komentar

Banyak orang penasaran dan ingin tahu rahasia kesuksesan taipan Liem Soei Liong. Saat datang dan Fukkien, Oom Liem hanya membawa pakaian yang melekat saja. Tapi kini ia berhasil jadi konglomerat terkemuka di kawasan Asia. Selain itu, ia juga dikenal punya hubungan dekat dengan kekuasaan di Indonesia.

Pada sebuah kesempatan, seorang wartawan yang berhasil mendekati Oom Liem mengajukan pertanyaan menyangkut kiat sukses Oom Liem. “Oom, bisa cerita bagaimana Oom mengawali bisnis di Indonesia hingga sukses seperti sekarang?”

“Oh, dulu ketika saya datang belum punya apa-apa. Saya coba bekerja pada orang. Dari upah yang saya terima saya belikan 2 ekor bebek. Saya pelihara, lantas beranak-pinak. Sebagian telurnya saya jual, sebagian saya tetaskan jadi bebek. Bebek saya tambah banyak … ,” tutur Oom Liem.

“Lantas …?”

“Merasa berhasil dengan bebek, saya coba memelihara babi. Uang hasil memelihara bebek saya belikan 2 pasang babi. Saya pelihara baik-baik dan saya kembang-biakkan hingga jadi banyak …,” ujar Oom Liem.

Begitu cerita Oom Liem. Rupanya dengan ketelatenen yang luar biasa Oom Liem terus beralih dari binatang yang satu ke binatang yang lain, yang nilai ekonomisnya kian tinggi. Namun, rupanya sang wartawan sudah tak sabar dengan cerita evolusi usaha Oom Liem.

“Lantas apa hal itu yang membuat Oom bisa jadi konglomerat? Lantas apa hubungannya dengan kedekatan Oom dengan presiden?” sergah si wartawan.

“Oh, itu. Itu yang mau saya ceritakan. Setelah sukses memelihara bebek, babi, kambing, sapi …. akhirnya saya memutuskan untuk memelihara ‘Babe’ sampai sekarang.”

http://www.geocities.com/CapitolHill/Senate/9577/kiat2.html

Peluang usaha yang memberikan penghasilan pasif dan berkesinambungan 8,3 MILYAR setiap tahun hanya dengan mengajak 4 orang

•Januari 6, 2008 • Tinggalkan sebuah Komentar

BONUS DI BAYAR HARIAN !

SIAPKAH ANDA MENUJU KESUKSESAN BERSAMA ?

Bisnis image

Dapatkan fasilitas khusus privileges dan discount 5 – 50% di banyak merchant nasional serta manca negara, pulsa dengan harga murah bisa dipakai sendiri atau di jual murah sebagai agen pulsa dan dealer pulsa. Bersama team flexterku sekarang adalah saat yang tepat bagi anda untuk mempunyai bisnis sendiri dengan biaya terjangkau. Peluang usaha ini adalah resmi dan memiliki badan usaha serta legalitas sehingga memberikan ketenangan kepada member untuk menjalankan bisnis pulsa